🎈 Pengalaman Periksa Keputihan Ke Dokter
Biasanyamereka mengobati sendiri dengan obat-obat keputihan yang dijual di pasaran tanpa merasa perlu memeriksakan diri ke dokter. Tindakan swamedikasi (pengobatan sendiri) hanya direkomendasi jika sebelumnya penderita sudah pernah didiagnosisi keputihan oleh dokter dan kembali muncul gejala yang sama atau mengalami kekambuhan (Manan, 2011).
Apabilakeputihan ini tidak diatasi dan berlanjut, maka dapat mempengaruhi kesehatan sistem reproduksi Anda secara umum. Oleh sebab itu, dianjurkan untuk mengkonsultasikan diri ke dokter agar mendapat pemeriksaan yang komprehensif dan penanganan yang sesuai. Suami anda tidak perlu pengobatan, karena ini keputihan dan bukan infeksi menular seksual.
untukpemeriksaan keputihan, sebelumnya coba konsulkan lagi dengan dokter obgyn atau kulit dan kelamin, bu. kalau gejalanya mengarah ke abnormal baru lakukan pemeriksaan. biasanya di rs ada pemeriksaannya bu. kalau gejalanya mengarah ke abnormal baru lakukan pemeriksaan. biasanya di rs ada pemeriksaannya. Reply. Maya Kusmayanti says. July 9
PeriksaMata Setelah sebelumnya tes darah dan sarapan, tes selanjutnya adalah periksa mata. Tes mata diawali dengan pemeriksaan menggunakan alat non [Wisata Sehat] Pengalaman Asik: Mulai dari Periksa Mata, Konsultasi dengan Dokter Sampai Hydrafacial - Kompasiana.com
akujuga ngalamin keputihan seperti bunda2 semua.. aku udh lama ngerasain keputihan terus dari 2thn yg lalu.. aku memang belum periksa ke dokter sebab akibat aku keputihan itu kenapa. sampai akhirnya aku menikah & hamil sampai 2bulan. pas hamil 2 bulan itu baru ketahuan bahwa janin aku tidak berkembang, setelah aku dikuret. dan hasil patologi
mompengen nanya kalo periksa masalah keputihan ke bidan atw ke mana ya?
Danbanyak keputihan warna hijau, untung segera dibawa ke dokter katanya. Terus diresepin obat minum sama obat yang dimasukin ke vagina selama 3 hari. Alhamdulillah sembuh. Gw analisa sendiri apa penyebab keputihan gw itu, ternyata penyebabnya karena cairan lubricant yang dibeli di supermarket.
201) Oleh: Bernardus Ari Kuncoro Kurang lebih proses pembersihan karang gigi dilakukan dengan cepat. Selesai dalam 20 menit. Agak ngilu di sebelah kanan bawah gigi. Sempat saya harus mengangkat salah satu tangan saya, saat sang dokter sedang menindak gigi tersebut. Cleng Cleng. Akhirnya. Gigi bersih. Tidak ada karang gigi lagi. Proses pembayaran dilakukan oleh istri
Keputihanabnormal perlu segera diperiksakan ke dokter untuk dicari penyebabnya sehingga bisa segera diobati.". Halodoc, Jakarta - Keputihan adalah hal normal yang dialami oleh setiap wanita. Meskipun sering dianggap normal, ada pula tanda-tanda keputihan abnormal yang perlu kamu waspadai. Keputihan yang normal ditandai dengan warna lendir
ueMnkj. Banyak wanita yang langsung cemas dan panik begitu tahu ia keputihan. Katanya, vagina keputihan itu tanda penyakit kelamin bahkan kanker serviks. Anda memang perlu mewaspadai tanda-tanda cairan keputihan tidak normal yang bisa menandakan infeksi atau penyakit. Namun, bagaimana jika yang terjadi justru sebaliknya? Jika Anda sama sekali tidak pernah keputihan, apakah ini tandanya Anda sehat-sehat saja? Sebenarnya, apa itu keputihan? Keputihan adalah cairan berupa lendir yang dihasilkan oleh kelenjar serviks. Dalam cairan keputihan, terdapat lendir serviks, sel-sel vagina dan sel leher rahim yang sudah mati, hingga bakteri yang harus dibuang. Keputihan merupakan cara alami tubuh Anda untuk membersihkan vagina dan menjaganya tetap sehat. Lendir serviks juga berfungsi sebagai pelumas vagina alami untuk melindunginya dari infeksi dan iritasi. Keluarnya cairan keputihan biasanya dipengaruhi oleh siklus menstruasi Anda. Keputihan biasanya muncul selama masa subur, berhenti setelahnya selama beberapa waktu, dan keluar lagi begitu Anda kembali ke masa subur berikutnya. Apakah normal jika saya tidak pernah keputihan? Dilansir dari Wartakota, spesialis kulit dan kelamin dari RS Royal Taruma Jakarta, dr. Natalia Primadonna, SpKK mengatakan bahwa wanita yang sama sekali tidak pernah keputihan justru tidak normal.
Selain tujuan-tujuan di atas, Anda bisa memeriksa keputihan untuk mengetahui masa subur Anda sehingga dapat membantu untuk menghindari atau merencanakan kehamilan. Berbeda dengan tes keputihan untuk mengetahui infeksi, pemeriksaan cairan vagina bisa dilakukan secara sederhana di rumah. Caranya dengan mencatat kondisi cairan vagina setiap hari di sepanjang siklus menstruasi Anda. Hal-hal yang perlu dicatat meliputi kekentalan, warna, aroma, dan jumlahnya. Setelah itu, berikan catatan tersebut pada dokter untuk diteliti pada hari apa biasanya Anda mengalami masa subur. Apa saja jenis-jenis tes keputihan? Terdapat beberapa jenis tes keputihan yang akan disarankan oleh dokter sesuai tujuan diagnosis Anda. Secara umum, prosedur pengambilan sampel keputihan sama saja seperti yang dijelaskan sebelumnya. Namun, yang membedakan adalah alat uji dan metode pemeriksaan sampel yang digunakan. Melansir University of Michigan Health, jenis-jenis tes keputihan antara lain sebagai berikut. 1. Pemeriksaan sel keputihan wet mount Di dalam laboratorium, sampel keputihan Anda akan diletakkan pada piringan kaca untuk uji sampel lalu dicampur dengan larutan garam. Selanjutnya, piringan tersebut diperiksa di bawah mikroskop untuk mencari tahu apakah ada tanda-tanda infeksi seperti bakteri, sel jamur, trikomonas, sel darah putih, atau sel petunjuk adanya infeksi bacterial vaginosis. 2. Pemeriksaan aroma whiff test Selain memeriksa sel-sel pada cairan keputihan, tes keputihan dapat dilakukan dengan memeriksa aromanya. Beberapa tetes larutan kalium hidroksida KOH akan ditambahkan ke sampel keputihan untuk membantu memperjelas aromanya. Bila tercium bau amis yang kuat dari campuran tersebut berarti Anda terkena infeksi bacterial vaginosis. 3. Pemeriksaan pH tingkat keasaman Pengujian lainnya yang dapat dilakukan adalah dengan mengetes tingkat keasaman pH cairan keputihan Anda. Sampel keputihan yang telah dikumpulkan kemudian dites menggunakan alat pengukur pH. Vagina normal memiliki pH 3,8 hingga 4,5. Bagaimana prosedur tes keputihan? Tes ini dilakukan dengan prosedur yang hampir sama dengan pemeriksaan kewanitaan lainnya seperti pemeriksaan panggul dan pap smear. Berikut langkah-langkahnya. Petugas kesehatan meminta Anda untuk melepaskan pakaian bawahan termasuk pakaian dalam. Sebagai gantinya, Anda akan diberikan diberikan gaun atau sprei sebagai penutup. Kemudian Anda diminta berbaring telentang di tempat tidur atau kursi periksa dengan posisi kaki terangkat dan ditahan oleh penyangga. Petugas kesehatan memasukkan alat khusus yang disebut spekulum ke dalam vagina Anda. Vagina Anda akan dibuka secara perlahan menggunakan alat tersebut. Selanjutnya, petugas menggunakan kapas atau semacam tongkat kecil untuk mengumpulkan sampel keputihan Anda. Sampel keputihan tersebut kemudian dibawa ke laboratorium untuk diperiksa. Penting untuk diperhatikan, Anda tidak boleh menggunakan tampon, pembersih kewanitaan seperti sabun kewanitaan dan douche vagina, atau berhubungan seks minimal 24 jam sebelum tes ini karena hal-hal tersebut dapat memengaruhi kondisi cairan vagina Anda sehingga hasil tes menjadi tidak akurat. Cara membaca hasil tes keputihan Bila hasil tes keputihan sudah dikeluarkan oleh laboratorium, berikan pada dokter untuk diperiksa. Dari hasil tes tersebut, dokter dapat mengetahui masalah vagina yang Anda alami. Namun, bisa saja dokter menyarankan pemeriksaan tambahan untuk mengetahui kondisi Anda dengan lebih tepat. Setiap orang mungkin mengalami diagnosis yang berbeda-beda sesuai penyakit yang ia alami.
Selain organ-organ tersebut, pemeriksaan ini juga bisa membantu mencari tahu gangguan pada kandung kemih kantung yang menampung urine serta rektum ruang yang menghubungkan usus besar ke anus. Sesuai namanya, pada cek vagina, dokter akan memeriksa langsung ke dalam area vagina Anda. Pemeriksaan bisa dilakukan dengan memasukkan jari dan/atau menggunakan alat khusus ke dalam vagina. Jenis pemeriksaan lainnya pun terkadang dilakukan bersamaan dengan tes ini, tergantung dari gejala serta hasil cek miss v Anda, misalnya pap smear. Ke mana harus periksa masalah vagina? Periksa vagina bisa dilakukan di dokter spesialis obstetri dan ginekologi obgyn. Di Indonesia, spesialisasi ini lebih dikenal dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan. Selain yang terkait dengan kehamilan dan persalinan, dokter obgyn juga menangani masalah terkait organ reproduksi wanita dan berbagai kondisi lain termasuk infeksi menular seksual. Kapan periksa vagina perlu dilakukan? Cek vagina bisa menjadi bagian dari pemeriksaan rutin. Wanita umumnya disarankan untuk melakukan pemeriksaan pertama kali ke obgyn pada usia 21 tahun. Setelah itu, pemeriksaan ke obgyn mungkin perlu dilakukan secara rutin. Berapa kali pemeriksaan perlu dilakukan tergantung pada usia dan risiko kesehatan yang Anda miliki. Namun umumnya, wanita yang berusia 21—29 tahun disarankan untuk melakukan pemeriksaan rutin setahun sekali. Wanita yang berusia di bawah 21 tahun tetapi sudah aktif secara seksual pun disarankan untuk memeriksakan kesehatan kewanitaannya setiap tahun. Begitu memasuki usia 30 tahun dan Anda dalam keadaan sehat serta tidak hamil, Anda dapat melakukan kunjungan rutin ke obgyn dua tahun sekali. Pada setiap kunjungan ini, Anda mungkin akan menjalani cek vagina serta pap smear untuk memeriksakan kondisi kesehatan reproduksi Anda. Meski begitu, The American College of Obstetrician and Gynecologists ACOG merekomendasikan wanita hanya melakukan pemeriksaan vagina atau panggul hanya ketika memiliki gejala atau riwayat medis yang memang memerlukannya. Pasalnya, tidak banyak penelitian yang menjabarkan kegunaan periksa vagina ini jika dilakukan secara rutin saat tidak hamil, bergejala, atau berisiko mengalami masalah kewanitaan. Lebih baik, konsultasikan kepada dokter mengenai kebutuhan Anda melakukan jenis tes kesehatan wanita ini. Selain sebagai pemeriksaan rutin, Anda bisa melakukan konsultasi masalah kewanitaan dan periksa vagina jika memiliki keluhan atau gejala terkait sistem reproduksi, seperti di bawah ini. Perdarahan vagina yang bukan menstruasi dan tidak biasa. Nyeri saat buang air kecil atau berhubungan intim. Nyeri panggul. Keputihan yang tidak normal. Vagina berbau tidak sedap. Rasa nyeri, iritasi, atau gatal pada vagina. Masalah menstruasi, seperti haid tidak teratur atau perdarahan haid berlebih. Apa fungsi periksa vagina? Dengan melakukan pemeriksaan vagina atau panggul, dokter dapat mengetahui kondisi kesehatan reproduksi Anda serta mendiagnosis penyebab dari gejala yang Anda alami. Berikut adalah berbagai penyakit pada organ reproduksi wanita yang dapat diketahui melalui pemeriksaan vagina. Infeksi pada vagina, termasuk bacterial vaginosis dan infeksi menular seksual. Fibroid rahim. Kista ovarium. Kanker serviks. Endometriosis. Sindrom ovarium polikistik polycystic ovary syndrome/PCOS. Cek vagina selama kehamilan Periksa vagina juga umum dilakukan saat pemeriksaan kandungan pertama kali atau ketika ada kekhawatiran dalam kehamilan Anda. Misalnya jika Anda mengalami perdarahan, dicurigai adanya infeksi, atau tidak yakin apakah air ketuban sudah pecah. Bagaimana proses pemeriksaan vagina? Cara mengecek miss v yang dilakukan dokter ini umumnya hanya berlangsung dalam beberapa menit. Sebelum memulai pemeriksaan, Anda akan diminta untuk melepas pakaian bawah Anda, kemudian tim medis akan menutupi bagian tubuh tersebut dengan seprai atau kain. Anda kemudian akan berbaring di tempat tidur khusus dengan posisi lutut ditekuk dan kaki diangkat di penyangga khusus yang disebut sanggurdi. Selama cek vagina, ada tiga atau empat tahap yang umumnya akan dokter lakukan, yaitu sebagai berikut. Pemeriksaan eksternal. Dokter akan melihat vulva Anda untuk memeriksa iritasi, kemerahan, luka, bengkak, atau kelainan lainnya. Pemeriksaan internal/spekulum. Dokter akan memasukkan spekulum alat khusus berbentuk seperti paruh bebek untuk membuka dinding vagina serta melihat vagina dan leher rahim Anda. Cara mengecek miss v ini juga dilakukan bila Anda menjalani pap smear untuk mendeteksi sel prakanker pada leher rahim. Namun, tak semua cek vagina melibatkan pap smear. Pemeriksaan bimanual. Dokter akan memasukkan dua jari yang sudah dilumasi dan bersarung tangan ke dalam vagina Anda. Tangan lainnya akan menekan bagian perut bawah Anda dari luar. Cara ini dokter lakukan untuk memeriksa ukuran dan bentuk rahim atau adanya pertumbuhan yang tak biasa di dalam rahim dan indung telur Anda. Pemeriksaan rektovaginal. Terkadang, dokter juga akan memasukkan jari bersarung tangan ke dalam rektum Anda untuk memeriksa otot-otot antara vagina dan anus. Hal ini dapat membantu mendeteksi adanya kemungkinan tumor. Selama pemeriksaan ini, Anda umumnya tidak akan merasakan nyeri, tetapi mungkin sedikit merasa tidak nyaman pada area vagina. Namun, bila Anda merasakan nyeri atau kram yang parah, beri tahu dokter Anda. Tanyakan juga kepada dokter bila Anda memiliki pertanyaan lanjutan terkait pemeriksaan ini.
pengalaman periksa keputihan ke dokter