🎾 Pantun Untuk Penutup Pidato Bahasa Sunda
Bahasa Sunda Ciamis atau dialek Ciamis atau dialek Tenggara adalah sebutan untuk sekumpulan varietas bahasa Sunda yang dituturkan oleh masyarakat di wilayah tenggara Parahyangan Timur, terutama Kabupaten Ciamis, Kota Banjar, dan Kabupaten Pangandaran, serta di wilayah barat daya eks-Keresidenan Banyumas seperti Kabupaten Cilacap. Dialek ini merupakan varietas bahasa dan dianggap berada di
MasagiPedia.com - Berikut merupakan kumpulan pantun penutup bahasa sunda yang keren, lucu dan unik bisa digunakan sebagai penutup pidato atau biantara. Pantun merupakan bentuk puisi lama dimana tiap bait biasanya terdiri atas empat baris yang bersajak (a-b-a-b).
Selain pantun Bahasa Indonesia, terdapat pula pantun Bahasa Sunda yang disebut Sisindiran. Berdasarkan strukturnya, sisindiran dapat dibagi menjadi 3 jenis yaitu paparikan, rarakitan, dan wawangsalan. Sedangkan jika dilihat dari isinya, sisindiran dapat dibagi menjadi 3 pula, yaitu piwuruk, silih asih, dan sésébréd.
Bola.com. Ilustrasi, seorang laki-laki tengah berpidato. Pantun pembuka dan penutup pidato terkadang diperlukan agar pidato yang disampaikan lebih diingat oleh penonton. Pantun cocok digunakan saat menyampailan pidato yang berat agar para penonton tetap bisa memahaminya dengan santai.
Ggtz.
pantun untuk penutup pidato bahasa sunda